A Community Empowerment Model Based on Traditional Arts: A Case Study of Jumputan Batik Training for Creative-Economy in Wakatobi

Authors

  • Arie Toursino Hadi Haluoleo University image/svg+xml
  • Widhyasmaramurti Widhyasmaramurti University of Indonesia image/svg+xml
  • Sri Resqina Ruspian Laydi Southeast Sulawesi Provincial Tourism Office

Keywords:

Community Service, Batik Training, Tie-dye Batik, Creative Economy, Wakatobi

Abstract

This program aims to develop a creative economy empowerment model based on traditional arts through jumputan (tie-dye) batik training for micro-entrepreneurs in Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi. The activity is a continuation of the previous year's program, which focused on the use of canting (a traditional tool for wax-resist dyeing). However, due to equipment limitations, this second-year training shifted its focus to the more practical and easily implemented jumputan technique. In addition to the technical batik training, the program also provided sessions on marketing management and digital promotion to enhance the products' market value and competitiveness. The results show that participants not only mastered the new technique but also gained a better understanding of marketing strategies, which is expected to boost their economic independence. This empowerment model demonstrates that adapting traditional art techniques to local conditions and limitations can be an effective solution for developing a creative economy in tourism regions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirul Wahid, RWZ and Bagus Prayogi (2021). “Preservasi budaya Osing melalui internalisasi budaya berbasis sekolah adat sebagai bentuk pengabdian masyarakat”. inJournal Of Education And Teaching Learning (JETL): 3.2, pages 44–59.

Arcana, Komang Trisna Pratiwi, Ida Bagus Gde Pranatayana, Nyoman Arto Suprapto, Moh Agus Sutiarso, I Made Trisna Semara, Ni Luh Putu Asti Candrawati and Made Suri (2021). “Tata kelola desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di desa tihingan kabupaten klungklung”. inJurnal Abdi Masyarakat: 1.1, pages 36–45.

Gautama, Budhi Pamungkas, Ayu Krishna Yuliawati, Netti Siska Nurhayati, Endah Fitriyani and Ilma Indriasri Pratiwi (2020). “Pengembangan desa wisata melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat”. inBERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: 1.4, pages 355–369.

Hadi, Arie Toursino, Syefira Salsabila and Nurtikawati (2023). “Pelatihan Pembuatan Kaos Tie Dye pada Siswa Sekolah Dasar Sawapudo Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe”. indonesian. inJurnal Inovasi Sosial: Diseminasi Program Pengabdian Berbasis Masalah Sosial: 1.1, pages 20–28. url: [https://journal.arttour-publishing.com/index.php/jurnalinovasisosial/id/article/view/6]

Masunah, Juju, Trianti Nugraheni and Ayo Sunaryo (2021). “Pemberdayaan komunitas seni melalui produksi pertunjukan berbasis kearifan lokal untuk penguatan desa wisata”. inJurnal Abmas: 21.1, pages 1–10.

Musthofa, Budiman Mahmud and Jajang Gunawijaya (2015). “Strategi keberhasilan proses pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kreativitas seni tradisi: Studi kasus Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat”. inSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial: 5.1, pages 325–339.

Pantiyasa, I Wayan (2011). “Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Bedulu, Blah Batuh, Gianyar)”. inJurnal Ilmiah Hospitality Management: 1.2.

Prasetya, Mendyeta Wahyu and Tjitjik Rahaju (2024). “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Kampung Kreatif dan Independen”. inINTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi): 11.1, pages 14–24.

Raharjana, Destha Titi and Pade Made Kutanegara (2019). “Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Cagar Budaya”. inJurnal Tata Kelola Seni: 5.1, pages 50–65.

Rochman, Noor (2016). “Model pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat”. inJurnal Equilibria Pendidikan: 1.1.

Rohmah, Rina Ari, Dona Dona and Andi Lesmana (2024). “Pemberdayaan Seni Kubro Siswo Untuk Pelestarian Budaya Lokal di Desa Masda Makmur”. inJurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan: 4.6.

Sutarto, Joko, Sungkowo Edi Mulyono, Khomsun Nurhalim and Hesty Pratiwi (2018). “Model pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kecakapan hidup berbasis keunggulan lokal Desa Wisata Mandiri Wanurejo Borobudur Magelang”. inJurnal Penelitian Pendidikan: 35.1, pages 27–40.

Triono, Tomi Agus (2025). “Konsep Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal: Hamemayu Hayuning Bawana Di Daerah Istimewa Yogyakarta”. inJournal of Society Bridge: 3.1, pages 27–38.

Wahyuni, Dinar (2018). “Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul”. inJurnal Masalah-Masalah Sosial: 9.1, pages 83–100.

Wawuru, Jessrik Wita and Aurilia Triani Aryaningtyas (2024). “Pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kampung Pelangi Semarang”. inJurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi: 24.2, pages 1125–1131.

Widyaningsih, Heni (2019). “Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata dan implikasinya terhadap sosial budaya di desa sendangagung, minggir, sleman”. inJournal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation: 2.1, pages 68–76.

Wulan, Retno, Sulafah Fathin Khannanah, Pudji Astuty and others (2025). “Pemberdayaan Masyarakat dalam Revitalisasi Kampung Batik Bunulrejo Kota Malang melalui Inovasi Seni dan Pemasaran Digital: Pengabdian”. inJurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan: 4.1, pages 2808–2814.

Wulandari, Desy (2024). “Implementasi program pemajuan kebudayaan desa: tinjauan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya”. inJurnal Pendidikan Dan Kebudayaan: 9.1, pages 20–34.

Yudhanto, Wildan, Mikael Sihite and Rizqa Ula Fahadha (2025). “Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kesenian dan Kearifan Lokal Sanggar Seni Kelurahan Potrobangsan Magelang”. inINCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement: 4.1, pages 22–33.

Zain, Zairin and Petrus Piju (2021). “Potensi Seni Budaya Tradisional Untuk Pemberdayaan Masyarakat di Taman Wisata Alam Bukit Kelam Kabupaten Sintang”. inLangkau Betang: Jurnal Arsitektur: 8.1, pages 55–72.

Published

2025-07-01

Issue

Section

Public Service Dissemination

How to Cite

A Community Empowerment Model Based on Traditional Arts: A Case Study of Jumputan Batik Training for Creative-Economy in Wakatobi. (2025). Jurnal Inovasi Sosial: Diseminasi Program Pengabdian Berbasis Masalah Sosial, 2(1), 26-33. https://journal.arttour-publishing.com/index.php/jurnalinovasisosial/article/view/19

Most read articles by the same author(s)